 Kangen
Ingin rasanya membunuh rasa kangen yang sering tiba-tiba datang padamu seperti yang pernah aku lakukan pada bulan Februari lalu Aku tahu, mungkin kita sama-sama suka, hanya saja belum ada waktu buat kita untuk bersama-sama menikmati perasaan ini Aku tak tahu harus bagaimana bersikap padamu Aku takut mendekat ataupun menjauh darimu Aku takut hanya bisa terlalu berharap yang akhirnya aku harus terluka saat aku mendekat padamu dan ternyata kau tak menginginkannya Aku pun takut membuatmu terluka saat aku menjauh darimu karena sebenarnya yang aku lakukan hanyalah melindungi hatiku dari sakit yang akan ditimbulkan oleh masalah cinta yang gak jelas darimu Maafkan kalau aku egois dengan mengambil jalan tengah antara keduanya Aku hanya akan bertindak setelahmu Aku akan menunggumu tapi jangan salahkan aku kalau saat aku telah lelah menunggumu, ada orang lain yang akan menggantikanmu di hatiku Tapi jujur, aku sayang kamu lebih dari perasaan-perasaanku sebelumnya ke cowok yang juga spesial di hatiku Aku yakin kamu bisa jadi motivatorku dalam menghadapi hidup ini seperti peran pacar yang selama ini aku dambakan yang belum pernah aku dapatkan sebelumnya love u always CK Labels: Love
 About Love
Setelah mengalami kejadian paling bodoh di dunia beberapa waktu lalu, kini aku merasa lebih dewasa dalam menghadapi masalah yang sebenarnya gak terlalu penting tapi pengaruhnya besar bagi sebagian besar anak muda zaman sekarang yaitu cinta. Cinta bisa meberikan perubahan yang besar dalam hidup seseorang. Tapi ada dua jenis perubahan yaitu yang positif dan negatif. Kalau cinta berjalan dengan baik bisa saja saja membawa dampak yang baik dalam hidup tapi kalau tidak, yang datang hanyalah kehancuran hidup. Dan sayangnya yang kualami adalah cinta yang rumit. Dimana apa yang aku inginkan terlalu jauh dari kenyataan. Batin rasanya tersiksa. Sebenarnya yang bikin paling tersiksa adalah saat dia sebenarnya ada di dekat kita tapi kita tidak berdaya berhadapan dengannya atau takut malah kehilangan dia saat terlalu nekat mendekatinya, terlebih lagi aku adalah seorang perempuan yang tidak punya hak untuk mengungkapkannya. Menghindari masalah itu dengan menjauh dari keadaan menyiksa itu terbukti ampuh dan aku mendapatkan banyak hal lebih penting lainnya yang tidak aku sadari selama ini. Setelah semua rasa itu hilang, aku sudah bisa kembali berpikir realistis yang lebih dekat pada rasa pesimis. Selama di situ aku janji akan mulai hidupku lagi tanpa terlalu memikirkan masalah tidak penting itu lagi. Tapi ternyata takdir berkata lain, dia kembali hadir ke dalam hidupku di akhir pengungsianku di saat aku juga mulai jenuh berada di tempat dimana aku gak bisa melakukan banyak hal itu. Tapi aku sudah tau bagaimana harus bersikap terhadapnya. Aku tidak akan terlalu berharap padanya. Aku akan jalani hubungan dengannya mengalir apa adanya. Aku juga akan belajar hadapi sendiri masalah ini karena setelah aku pikir-pikir, aku malah berlarut-larut dalam masalah karena solusi yang aku butuhkan sebenarnya ada di dalam hatiku sendiri karena hanya aku yang lebih tau apa yang aku butuhkan dan apa yang harus aku lakukan hanya saja aku tidak bisa berpikir secara jernih dalam keadaan terhimpit seperti itu. Yang aku butuhkan hanyalah menenangkan diri kemudian berpikir dengan baik. Menanyakan solusi pada orang lain juga membawa masalah baru saat orang yang aku tuju malah membawa tanda tanya padaku karena dia selalu memberi tanpa mengizinkan aku membuatnya menerima dariku. Tapi tetap, ada satu saran darinya yang sangat bermanfaat untukku yaitu aku tidak boleh terlalu perasa dan menggunakan terlalu banyak hati untuk menghadapi situasi yang masih belum pasti. Labels: Love
 Tulisan Kacau
Saat ini pikiranku tidak pernah bisa lepas dari orang yang beberapa waktu lalu memberikan kebahagiaan padaku. Senyumannya yang hanya untukku padahal dia berhadapan dengan banyak orang pada saat yang bersamaan sangat berarti bagiku. Pandangan tajam matanya membuatku banyak salah tingkah yang malah membuatku jauh dengannya kini. Aku sangat merindukan saat-saat itu. Aku tidak menyangka bahwa momen-momen itu adalah saat-saat terakhir aku bisa rutin bertemu dengannya. Aku kira aku akan bisa bertemu dengannya dua kali seminggu secara rutin sampai semester satu berakhir ataupun sampai kenaikan tingkat di kampusku. Dia selalu hadir di mimpi malamku. Awal hadirnya yang benar-benar tak kusangka, memberikan banyak sekali perubahan dalam hidupku. Entah memang karena selalu memikirkannya sampai-sampai tidurku tak nyenyak atau ada sebab lain, akhir-akhir ini aku selalu terbangun sekitar pukul 2 malam. Mungin saja aku dibangunkan oleh Sang Pencipta untuk mengadu pada-Nya tentang perasaan yang tak jelas ini. Jujur, dia bukanlah orang pertama yang mengisi hatiku tapi dialah orang pertama yang tiba-tiba hadir membawa kebahagiaan untukku. Sebelumnya, pada waktu yang bersamaan, aku suka sama teman seangkatannya. Tapi sama orang itu aku hanya bisa berharap dan akhirnya patah hati. Karena gak beberapa lama, dia udah punya pacar. Beberapa saat sebelum dia punya pacar, seseorang yang spesial ini datang dan membuatku lupa akan bagaimana rasanya patah hati. Jauh sebelum itu, aku punya seseorang yang gak kalah spesialnya. Seseorang ini adalah penyemangatku di saat aku menghadapi masa-masa SMA yang begitu menyiksa bathinku. Aku sangat beruntung memilikinya meskipun hanya dalam anganku. Dia gak pernah tau betapa spesialnya dia di hatiku. Aku juga gak akan pernah memberi tahu dia karena sebagai perempuan aku gak punya hak untuk mengungkapkannya. Biarlah ini menjadi kenangan yang sangat indah yang hanya menjadi milikku. Dia punya orang yang sangat spesial yang akan selalu ada di hatinya yang gak pernah bisa dia miliki dan dia pun menjadi orang yang spesial di hatiku yang tak akan pernah bisa aku miliki. Mungkin aku akan benar-benar bisa melupakannya saat ada orang yang akan selalu di hatiku. Aku janji akan membuang semua tentangnya saat aku sudah memiliki orang yang jauh lebih berarti yang akan bisa kumiliki di dunia nyata. Akan kubuang juga foto yang selalu ada di tempat kacamataku yang selalu kubawa. Aku masih menyimpannya karena tak tega membuangnya. Dulu aku mendapatkannya dengan perjuangan. Aku gak bisa membuang dengan gampangnya perjuanganku sendiri di saat aku belum punya pengganti. Aku lelah mencintai tanpa dicintai. Saat ini aku hanya bisa menikmati hidupku bersama teman-temanku. Meraih cita-cita kami bersama dengan semangatnya. Tapi terkadang aku butuh orang yang bisa memberiku semangat karena saat ini semangat lamaku dah aku buang jauh-jauh karena aku dah semakin sadar aku takkan mungkin memilikinya. Aku benar-benar kangen kamu mas. Kenapa kamu dah gak pernah kebetulan OL bareng lagi agar aku bisa memperbaiki apa yang sudah aku kacaukan beberapa waktu lalu. Aku benar-benar takut kamu marah tanpa tahu apa yang harus aku lakukan. Aku tahu kalau kamu orang yang sibuk sehingga kita tak akan bisa bertemu secara kebetulan dalam keadaan yang santai hingga kita bisa menghabiskan waktu bersama untuk mengakrabkan diri. Tapi aku benar-benar ingin menjadi bagian dari hidupmu agar aku bisa menjadi penyemangatmu saat kamu down. Mungkin dulu aku gak dewasa dengan terpengaruh provokasi lingkungan sekitar tanpa bisa memikirkan dengan kepala yang jernih dan mencari tahu sendiri apa yang sebenarnya terjadi. Maafkan aku yang masih belajar bagaimana mengatasi berbagai masalah hidup yang datang tanpa mengurangi sedikit pun kebahagiaanku sendiri. Labels: Love
 College Life
Akhirnya Q bersyukur telah melepaskan apa yang pernah dapatkan. Meskipun sebelumnya sangat berat melepaskannya. Tak rela kehilangan kebahagian yang sempat singgah. Saat Q menginjakkan kaki di kampus pertamaku. Tapi daripada sakit hati coz harapan tak sesuai dengan kenyataan dan Q harus trus bertemu dengan yang seharusnya membuatku bahagia itu setiap hari dengan pemandangan yang tak mengenakkan hati. Q memang selalu butuh smangat dari seseorang yang spesial di hatiku. Seperti yang selama tiga tahun lalu Q punya dan baru saja Q lepaskan setelah Q bertemu dengan orang baru yang tak kalah spesialnya ini. Mungkin Q harus meninggalkan tempat yang terlalu indah itu karena Allah tak mau Q terlena dengan keindahan yang ada. Dan melupakan tujuan utamaku datang ke tempat itu. Setidaknya dengan keadaanku yang sekarang ini, Q bisa konsentrasi dengan apa yang ingin kuraih. Q tetap bisa menjadikannya idola dan semangatku. Tanpa harus berusaha memilikinya. Berusaha untuk menjalankan pesannya yang sampai sekarang terus ada di ingatanku. Dia memang punya kharisma meskipun gak terlalu cakep. Q akan tetap menjadikannya panutan sampai Q bertemu dengan orang baru lagi di sini Labels: Love
 Kacau
Harusnya saat ini adalah saat yang membuatku bahagia Sama-sama berada di depan layar komputer tetapi tidak di tempat yang sama Q bs ja lgsg ngobrol ma dia dengan mengklik namanya dan menuliskan kata2 yg ingin kutanyakan Tapi Q g berani Q dah pernah mencoba dan Q kecewa Dia tidak seperti cowok2 lainnya Dari awal sampai akhir Q yg nanya Kayak Q ngarep dia banget Padahal Q cuma ingin kenal dia lebih dekat Mempelajari dan kalau bisa meniru kehebatannya Saat ini hatiku malah kacau Mau nglakuin apa2 selalu salah Mungkin perasaanku padanya seperti lagu "Have You Ever" nya Westlife Bagi yang ingin tau, cari sendiri ya! Hanya bisa memandangi namanya yang lagi OL Labels: Love
 Kenangan
Dia kembali datang ke dalam hidupku tidak untuk mengulang kembali kisah cinta yang lalu. Masing-masing dari kami sudah punya cerita hidup sendiri-sendiri yang sulit disatukan kembali karena banyaknya perubahan yang ada pada diri kami masing-masing. Kenangan tidak untuk diulang kembali, melainkan disimpan dan diingat dalam pikiran kita. Selama ini aku hanya ingin tau bagaimana kabar orang yang pernah singgah dalam hidupku yang telah mengukir kenangan indah bersama Labels: Love
 Broken Heart Seasons 2
Akhirnya Q tau siapa cewek yg dah bikin Q patah hati beberapa bulan lalu. Dia emang cantik, kalem, n feminim banget sih. Gak salah pujaan hatiku mencintainya. Kalau dibandingkan ma Q yang bukan sapa2nya n tomboy, Q kalah jauh. Q gak tau apa yang harus kulakukan. Dadaku sesak dan kepalaQ pening. Semenjak Q tau kalau dia udah punya kekasih hati, Q berusaha melupakan dan mengikhlaskannya. Tapi sayang Q semakin banyak tau tentang dia saat ini. Dan hal2 yang Q ketahui ini membuat Q semakin menyukai dan mengidolakannya. Q mengetahuinya dari situs pertemanan. Sebenarnya Q cuma iseng buka2 friendsnya teman2q. Gak nyangka Q dapatkan rasa sakit ini lagi. Q tau belum saatnya Q merasakan ini semua. Mengusahakan apa yang baru pantas dipikirkan dan dilakukan pada saat aku berumur lima tahun lebih tua lagi. Tapi ini udah terjadi dan Q harus kembali bangkit menganggap semua ini tak pernah terjadi. Masih banyak hal yang harus Q lakukan. Mengejar kelulusan dan meraih apa yang benar2 Q impikan. Setelah itu, baru Q pikirkan masalah ini. Kalau ada orang baru, gak ada salahnya memulai kisah baru yang membuatku semangat dan bahagia lagi. Dengan begitu, Q merasakan indahnya cinta dan dia pun merasakan indahnya cinta meski bukan denganku. Karena Q tau, cinta tak bisa dipaksakan. Dan cinta yang bertepuk sebelah tangan hanya akan menyakiti hati. Lebih baik Q menghindarinya dan berusaha mendapatkan kemurnian hati dari seseorang yang benar2 mencintaiku. Labels: Love
 Broken Heart
Hidup ini selalu berputar dan selalu adil. Kalau beberapa hari yang lalu aku mendapakan banyak kebahagiaan dengan munculnya orang-orang yang pernah spesial di hatiku pada masa lalu, kali ini aku harus bisa terima kenyataan bahwa hidupku dan hidupnya telah mengalami banyak perubahan. Telah banyak orang baru hadir dalam hidupnya. Yang telah memberikan kebahagiaan baru baginya.Yang selalu membuat hidupnya penuh dengan senyum manis yang biasanya membuatku bahagia. Dan aku harus mengalami patah hati untuk yang kedua kalinya setelah patah hati pertama saat lihat cinta monyetku bergandengan tangan dengan pacar barunya. Kali ini aku harus mengalaminya lagi saat aku tahu dia di sana sudah memiliki kekasih hati. Dia mungkin sudah lupa denganku, orang yang selalu ada di sampingnya dan selalu mencuri kesempatan untuk memandangi wajahnya. Karena sedah terlalu lama kami terpisah oleh jarak. Tak salah kalau aku begitu bahagia pada saat yang tak terduga dia muncul di tempat try outku. Sayang, kebahagiaanku itu harus cepat berlalu. Kesedihan kehilangannya benar-benar membuatku down karena di saat yang hampir bersamaan aku sedang semangat-semangatnya menggapai mimpiku yang akan membuatku kembali dekat dengannya. Mungkin aku terlalu bodoh. Merasakan cinta pada saat aku telah jauh dari orang itu padahal sebelumnya aku selalu cuek padanya. Aku juga bodoh karena aku menggantungkan harapan keberhasilanku padanya. Padahal dia tidak pernah sekalipun tahu aku mengharapkannya. Aku tak pernah peduli hal itu karena yang aku inginkan hanya kembali bisa dekat dengannya lagi. Agar aku kembali merasakan keajaiban tiga tahun yang lalu. Entah aku beruntung atau malah sial. Aku mengalaminya saat aku hampir menggapai mimpiku. Mungkin aku bisa dibilang beruntung karena aku belum sampai pada pencapaian mimpiku. Yaitu berkuliah di kampus yang sama dengannya. Kalau aku sudah berada di sana dan aku harus melihat langsung sesuatu yang bikin hatiku hancur saat ini, bisa-bisa hidupku hancur seketika. Karena aku merasa sia-sia telah berusaha meraihnya. Dan ada di dekatnya dengan melihat kebahagiaannya dengan orang lain hanya menambah rasa sakit hatiku. Dengan terjadinya hal ini sekarang, aku bisa menyusun ulang tujuanku. Mencari cita-cita baru untuk hidupku sendiri tanpa ada pengaruh dari siapa-siapa. Memulai hidupku sendiri dengan kebahagiaan yang ada di sekelilingku yang selama ini aku abaikan karena aku memiliki dia di hatiku. Yang selalu menemaniku kemanapun dan dimanapun aku berada. Aku tidak akan berusaha melupakan dia karena aku tahu, semakin keras aku berusaha melupakan seseorang, semakin deras kenangan tentangnya akan muncul. Dan aku rasa aku tak perlu melupakannya karena bagaimanapun orang-orang yang spesial telah memberikan kebahagiaan dalam hidup kita. Biarkanlah kenangan indah dengannya tersimpan dalam hati kita. Aku yakin, dengan banyaknya hal baru yang datang, rasa sakit itu akan hilang dengan sendirinya. Tak ada baiknya juga kalau aku terus-terusan melihat ke belakang. Hidup ini terus berjalan. Tak bisa berjalan mundur. Tak ada mesin waktu yang bisa membuat kita kembali ke masa lalu dan memperbaiki semua kesalahan kita. Jadi yang bisa kita lakukan hanyalah menatap masa kini dan mempersiapkan masa depan dengan sebaik-baiknya. Saat ini bukanlah saat untuk memulai lagi cerita cintaku. Saat ini aku harus konsentrasi meraih impianku. Saat aku sudah menggapainya, barulah saatnya aku merasakan indahnya cinta Labels: Love
 Pertemuan
Tak pernah kubayangkan akan kembali bertemu dengannya secara langsung dan tidak sengaja. Aku kira aku sudah tidak bisa bertemu dengannya lagi selamanya karena kita hidup jauh terpisah. Bagiku, dia sudah jauh dari jangkauanku. Aku memang harus merasakan sakit saat harus melupakannya. Tapi, rasa itu sudah hampir hilang karena lamanya waktu perpisahan kita. Hadirnya dia di tempat try outku benar-benar bikin pikiranku buyar. Tak ada lagi pikiran buat try out. Yang ada hanya pikiran tentangnya. Memikirkan bagaimana cara aku bisa melihatnya lagi agar aku bisa terus mengingatnya. Agar aku bisa bahagia di saat ku sedih karena teringat senyuman manisnya. Tapi takdir berkata lain, pertemuanku dengannya hanya sekali itu. Aku tidak melihat wajahnya lagi sampai aku harus pulang. Mungkin benar kata temanku, aku gak boleh serakah. Aku sudah sangat beruntung bisa melihatnya lagi. Dia datang di saat yang tak terduga. Dan membuat kacau semuanya. Untung saja aku masih bisa ngerjakan soal dengan pikiran yang dah gak jelas pergi ke mana. Dan aku juga cukup beruntung bisa lulus meskipun nilainya di bawah standar. Aku janji akan perbaiki saat aku try out di tempatnya, tanggal 25 yang akan datang. Karena kemungkinan besar, dia bakal jadi panitianya. Aku gak boleh malu-maluin. Dan pastinya, aku harus tata hati dan penampilan agar kejadian blank saat melihatnya tak terulang lagi. Aku memang hanya bisa memujanya dari jauh. Dialah orang yang telah sangat berarti dalam hidupku tiga tahun yang lalu, yang telah membuat hidupku penuh keajaiban dan semangat. Yang telah membuat hariku penuh senyuman bahagia saat mengenangnya. Sampai sekarang dia tetap idolaku. Dialah orang yang telah aku jadikan panutan dalam meraih mimpi dan cita-citaku karena keberhasilannya. Ingin rasanya mengulang kembali masa kejayaan itu meski sekarang sudah sangat susah karena hancurnya semangatku. Tapi, aku akan tetap berusaha agar aku bisa kembali berada di sisinya dan meraih cita-cita kita masing-masing bersama. Labels: Love
 Pengumuman SPMB
Tahun depan Q akan lihat nama Arik dalam daftar siswa yang diterima di salah satu PTN. Pada saat itu, perbedaan antara Q dengannya akan semakin jauh. Dia udah jadi seorang mahasiswa yang memiliki tanggung jawab yang berat demi masa depannya. Dia pasti udah jauh lebih dewasa dibandingkan Arik yang Q kenal dulu. Dia adalah orang yang sangat hebat. Dia bisa meraih cita-citanya setahun lebih cepat dari sebayanya, termasuk Q. Q harap dia bisa meraih semua cita-citanya. Begitu juga denganQ. Labels: Love
 Cinta yang Kurasakan
Aku gak pernah mau ngerasain cinta yang seperti ini. Cinta yang jelas, apakah cintaku terbalas atau hanya bertepuk sebelah tangan saja. Selama ini aku mungkin udah nunjukin ke Dia kalau aku suka padanya dan aku rasa Dia pun udah menyadarinya sejak awal aku memperhatikannya. Yang aku dapatkan juga seperti cinta. Dia selalu ada di sampingku setiap hari. Baik saat berada di sekolah, saat pulang sekolah, bahkan hari libur pun kami masih tetap bersama. Entah pergi ke tempat refreshing, berenang, ataupun hanya menghabiskan waktu bersama di rumahku untuk ngobrol. Kalau Dia gak punya perasaan yang sama ke aku. Mungkin Dia akan selalu menghindar dari aku dan akan menolak saat aku mengajaknya pergi bersama. Tapi Dia sama sekali gak begitu. Dia selalu ada dan selalu mau menemani aku kapanpun aku membutuhkannya. Meskipun kami gak pernah pergi berdua. Selalu bersama teman-temanku atau bersama teman-temannya. Dia gak pernah keberatan kalau aku selalu ikut kemanapun Dia pergi bahkan Dia kelihatan senang. Akupun bingung menentukan sikap. Mungkin aku yang kelihatan ngebet banget memiliki Dia. Tapi apa aku salah? Aku merasa Dia juga suka sama aku. Setelah aku berpisah dengannya tanpa salam perpisahan di hari terakhir berada di SD, aku masih merasa Dia mungkin akan selalu merindukan aku. Tapi ternyata kenyataannya lain dan jauh dari anganku. Dia udah punya pacar dan Dia kelihatan sangat dewasa sekarang dengan menggandeng mesra pacarnya. Bisa dibayangkan bagaimana hancurnya hatiku saat itu. Aku gak bisa lagi berpikir. Aku merasa Dia jahat banget ke aku yang selalu mengharapkannya. Mungkin Dia gak salah. Kami berdua tidak memiliki hubungan yang terlalu berarti untuk selalu diingat dan kami pun sudah berpisah cukup lama. Kami berdua gak mungkin bisa bertemu lagi. Perbedaan kami pun sangat jauh, baik jarak sekolah kami, tingkat kedewasaan, dan juga kemampuan kami dalam belajar. Tiga tahun bukan waktu yang sebentar untuk merubah seseorang menjadi lebih dewasa. Dan Dia juga berhak merasakan cinta dari orang lain yang juga mencintainya. Begitu juga aku. Hanya saja aku gak pernah bisa ngelupain Dia dan selalu berharap Dia akan kembali padaku serta memperbaiki semua kesalahanku padanya. Tapi semuanya sudah gak mungkin lagi sekarang. Aku gak mungkin kembali menikmati saat-saat bersamanya lagi. Aku kurang beruntung. Aku bertemu dengannya saat kami masih sama-sama kecil dan masih belum mengerti apa arti cinta dan bagaimana menjalani hidup penuh cinta bersama. Orang lain yang bertemu dengannya saat Dia sudah dewasalah yang beruntung. Karena Dia sekarang sangat cakep, tinggi dan termasuk cowok idaman di sekolahnya. Gak seperti dulu yang terkenal aneh dan kekanak-kanakan banget. Labels: Love
 Cinta Pertamaku
Cinta pertama memang tidak terlupakan. Sudah berpisah selama 4 tahun, tidak mengurangi rasa cintaku padanya. Aku malah ngebet banget ketemu sama Dia hanya sekedar melihat wajahnya. Kata beberapa orang teman lamaku, Dia tambah cakep, tinggi dan punya banyak penggemar. Padahal, Dia sama sekali gak begitu waktu masih menjadi teman dekatku. Dia dulu kecil, pendek, tingkah laku dan cara berjalannya aneh, bahkan Dia dulu gak punya teman akrab. Sebenarnya, aku sudah pernah melihat Dia jalan sama pacarnya saat SMP, mesra banget . Saat itu aku merasa benar-benar merasa kehilangan Dia untuk selamanya. Aku juga saat itu merasa tidak akan pernah kembali bersama dengannya karena perbedaan Kami yang sangat jauh. Dia tidak bisa masuk sekolah negeri karena nilainya tidak memenuhi standar, sedangkan aku bersekolah di sekolah negeri favorit di tengah kota. Aku merasa Kami akan semakin jauh semakin tumbuh dewasa nanti. Tapi, kenyataannya lain sekarang. Aku gak bisa masuk ke SMA negeri favorit di tengah kota. Sekolahku berada di pinggiran yang mutu pendidikannya jauh dari sekolah favorit di tengah kota. Aku semakin dekat dengan Dia. Dia berada di sekolah yang masih satu kawasan dengan sekolahku. Bahkan sekolah Kami sering mengadakan kerja sama dalam beberapa kegiatan ekstrakulikuler. Tapi aku gak pernah ikut serta, karena aku sama sekali gak minat dengan ekstakulikuler di sekolahku yang membosankan. Sesekali aku ingin ikut serta dalam acara-acara yang diadakan secara kerja sama antara sekolahku dengan sekolahnya. Tapi aku gak ingin kecewa karena tidak bisa bertemu dengannya. Apalagi kalau aku melihat dia lagi bersama pacarnya lagi. Aku gak ingin hatiku hancur lagi. Akankah aku akan kembali dipertemukan denagan Paul? Dan akankah rasa cinta diantara kami tetap ada sampai nanti kami bertemu lagi suatu hari nanti? Aku harap begitu. Tapi aku gak mau terlalu berharap agar aku tidak terlalu kecewa jika semua ini tidak akan pernah terwujud. Karena semuanya pasti akan berubah seiring berjalannya waktu. Labels: Love
|